Adab Berpakaian Dalam Islam Bagi Perempuan

Islam memberikan tuntunan tentang segala aspek kehidupan, termasuk masalah adab berpakaian. Meskipun Islam tidak memiliki standar baku mengenai gaya berpakaian atau jenis pakaian yang harus dikenakan seorang Muslim. Namun ada beberapa persyaratan minimum yang harus dipenuhi.

Islam memiliki dua sumber pedoman dan aturan: Al-Qur’an, yang dianggap sebagai firman Allah yang diturunkan, dan Hadist Nabi Muhammad saw, yang berfungsi sebagai panutan dan panduan manusia.

Perlu dicatat juga bahwa adab dalam hal berpakaian sangat santai ketika seorang muslim berada di rumah dan bersama keluarga mereka.Persyaratan berikut diikuti oleh umat Islam ketika mereka muncul di depan umum, bukan dalam privasi rumah mereka sendiri.

Petunjuk pertama yang diberikan dalam Islam menjelaskan bagian-bagian tubuh yang harus ditutup. Untuk wanita, secara umum, standar kesopanan mengharuskan seorang wanita untuk menutupi tubuhnya, terutama dadanya. Al-Qur’an menyerukan wanita untuk “menarik penutup kepala mereka di atas dada mereka” (24:30-31). Dan Nabi Muhammad memerintahkan bahwa wanita harus menutupi tubuh mereka kecuali wajah dan tangan mereka.

Dikutip dan detik.com yang mengambil sumber dari buku Adab Muslim Sehari Semalam karya al-Qismul Ilmi Bi Madaril Wathan, ada 10 adab berpakaian bagi perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Adab berpakaian bagi wanita muslim:

Allura Collection - Jevana Dress

  1. Disunnahkan memakai pakaian baru, bagus, dan bersih.
  2. Pakaiannya menutup aurat, artinya pakaian yang longgar dan tidak menampakkan bentuk tubuh,
  3. Pakaian wanita tidak menyerupai laki-laki, demikian juga sebaliknya.
  4. Bukan pakaian syuhrah (baju ketenaran)
  5. Pakaiannya tidak bergambar nyawa atau bersalib, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari istri Rasulullah, Aisyah RA, ia berkata:  “Tidaklah Rasulullah SAW meninggalkan rumah yang ada pakaian terdapat salib, melainkan beliau akan menghapusnya,” (HR Bukhari).
  6. Disunnahkan memulai dengan bagian kanan dalam berpakaian dan semisalnya.
  7. Disunnahkan bagi yang memakai pakaian baru hendaknya berdoa.
  8. Disunnahkakan memakai pakaian putih, sebab dalam suatu hadits disebutkan bahwa pakaian putih adalah sebaik-baiknya pakaian.
  9. Disunnahkan memakai minyak wangi, namun wanita tidak diperbolehkan memakai wewangian jika sekelilingnya banyak laki-laki yang bukan mahramnya. Dari Abu Musa Al Asy’ari RA, Rasulullah bersabda: “Wanita mana saja yang memakai wewangian lalu ia keluar dan melewati para lelaki sehingga tercium sebagian dari wanginya tersebut, maka ia adalah seorang pezina. Dan setiap mata yang melihatnya juga pezina,” (HR Abu Dawud).
  10. Adab berpakaian bagi wanita muslim terakhir adalah diharamkan untuk mentato, mencukur bulu wajah, mengubah bentuk tubuh, dan menyambung rambut. Hal ini didasarkan pada hadits dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda: “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang meminta disambungkan rambutnya, begitu pula perempuan yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato.” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Tujuan utama pakaian

Tujuan utama pakaian adalah menutup anggota tubuhnya yang merupakan fitrahnya sebagai manusia, melindungi dirinya dari cuaca yang berganti-ganti, dan sebagai perhiasan dan keindahan. Hal ini tercantum dalam QS Al A’raf ayat 26.

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

Pakaian hanyalah salah satu aspek dari kesopanan. Lebih penting lagi, seseorang harus rendah hati dalam perilaku, sopan santun dalam ucapan dan sikap. Ini karena pakaian hanyalah tampilan secara luar dan tidak selalu mencerminkan apa yang ada di dalam hati seseorang.

Cari pakaian nyaman yang sesuai syariat? Yuk cek di Setatamuda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *